Rakyatjabar.id- Wakil Bupati Garut, Hj. Putri Karlina, meninjau langsung sejumlah lokasi pertambangan pasir di Kabupaten Garut pada Senin (5/1/2026). Peninjauan yang difokuskan di Kecamatan Banyuresmi dan Leles ini merupakan respons pemerintah daerah atas meningkatnya keresahan masyarakat terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas galian.

Dalam kunjungan kerjanya, Wabup yang akrab disapa Teh Putri ini menyatakan telah mendengar suara keberatan dari masyarakat mengenai kelanjutan aktivitas pertambangan. Ia menekankan bahwa kelestarian alam merupakan hal yang tidak dapat ditawar dan harus menjadi prioritas utama.

"Garut telah lama dikenal dengan alamnya yang hijau dan pegunungannya yang terjaga. Kita semua prihatin melihat perubahan kondisi lingkungan yang semakin terasa dari tahun ke tahun," ujar Putri Karlina di lokasi monitoring.

Ia menegaskan, pemerintah daerah harus berpihak pada kelestarian alam dan masa depan Garut. Oleh karena itu, diperlukan langkah serius dan skema penyelesaian yang berkelanjutan untuk mengatur kegiatan tambang agar sejalan dengan prinsip perlindungan lingkungan.

"Peninjauan ini adalah bentuk komitmen kami, mewakili suara masyarakat, untuk menjaga identitas Garut sebagai kabupaten yang asri. Pembangunan tidak boleh mengorbankan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang," tegasnya.

Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi mendalam terhadap kebijakan dan pengawasan izin usaha pertambangan (IUP) yang telah dikeluarkan. Wabup berjanji akan membawa temuan di lapangan untuk dibahas lebih lanjut dengan seluruh pihak terkait, guna mencari solusi terbaik yang mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus menjamin kelestarian alam Garut.