Rakyatjabar.id- Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang mengetuk hati banyak pihak. PT PPP dan Sri Kuala bergerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Lebih dari sekadar angka, bantuan ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas terhadap sesama yang sedang kesulitan.

Manajemen PT PPP dan Sri Kuala menyalurkan bantuan bahan sembako untuk 10 desa di sekitar wilayah operasional perusahaan. Mereka juga mendirikan empat titik dapur umum dan posko pengobatan gratis, terbuka untuk masyarakat umum dan karyawan perusahaan. Aksi cepat tanggap ini diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana.

Area Controller Area Aceh PT PPP dan Sri Kuala, MS Pasaribu, menjelaskan bahwa perusahaan telah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu para korban bencana hidrometeorologi. Hal ini disampaikannya di Kantor Besar PPP di Kampung Kebun Tanah Terban, Senin (8/12/2025).

“Sejauh ini kita berupaya semaksimal mungkin membantu masyarakat. Saat ini di kantor PT. PPP dan Sri Kuala menampung +/- 250 jiwa pengungsi baik karyawan maupun masyarakat umum. Kita dirikan dapur umum serta pos pengobatan gratis,” jelas MS Pasaribu, didampingi oleh Manager PT PPP Pardomuan Manurung serta Asisten CSD PT. PPP, Budi. H.

Distribusi bantuan sembako terus dilakukan sejak Sabtu (6/12/2025). Tim dari perusahaan bergerak secara mobile untuk memastikan bantuan sampai kepada para pengungsi yang membutuhkan.

Selain mendirikan dapur umum dan posko pengobatan, perusahaan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sembako dan pakaian layak pakai untuk pengungsi di 10 desa dalam wilayah perusahaan.

“Ada 10 desa kita salurkan bantuan kemanusiaan berupa sembako, pakaian layak pakai. Kita juga mendirikan dapur umum sejumlah 4 titik dan mensuplai kebutuhan logistik sembako dan air siap minum. Serta menyediakan Pos pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis,” ujarnya.

Bantuan ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kepedulian. Di tengah musibah, uluran tangan dari PT PPP dan Sri Kuala memberikan harapan dan kekuatan bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit kembali.***