BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor secara masif menggalang kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk mendukung gerakan penanaman pohon dan perbaikan lingkungan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan program strategis "Satu Hektar Satu Kecamatan".

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat berbicara di hadapan Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS) dalam acara Jurnalis Menanam di aliran Sungai Cisadane, Caringin, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/01/2026).

Ajat menekankan bahwa mewujudkan Bogor yang hijau dan berkelanjutan tidak dapat diemban oleh pemerintah daerah sendirian.

"Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk anak cucu ke depan. Saatnya bersama-sama melakukan hal-hal seperti ini. Kami mengajak siapapun; wartawan, media, Aparatur Sipil Negara (ASN), pengusaha, bahkan pengunjung Bogor, untuk turut serta menanam," tegas Ajat.

Ia menambahkan, menikmati keindahan alam Bogor harus diimbangi dengan kontribusi nyata dalam menjaga kelestariannya. Program penanaman masif ini juga menjadi respons mitigasi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir, yang kerap melanda wilayah tersebut saat musim hujan.

Fokus Konservasi dan Potensi Ekonomi

Ajat menjelaskan, fokus utama penanaman adalah pada jenis pohon tahunan yang memiliki fungsi konservasi kuat, terutama kemampuan menyerap air dalam jumlah besar. Prioritas ini ditetapkan untuk menjaga kawasan Bogor sebagai paru-paru dunia.

"Namun, kami juga fleksibel. Di wilayah yang membutuhkan, bisa ditanam pohon buah-buahan untuk mendukung produktivitas dan ekonomi masyarakat setempat," ujarnya.

Meskipun demikian, Ajat mengakui bahwa hasil penanaman pohon bersifat jangka menengah, di mana dampak signifikannya baru akan terlihat dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun ke depan.