Rakyatjabar.id-  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui akun media sosial resminya mengumumkan akan menggelar acara "Doa Bersama Akhir Tahun 2025" yang bertajuk "Dari Kabupaten Bogor untuk Indonesia". Acara yang rencananya digelar pada 26 Desember 2025 di Masjid Nurul Wathon tersebut menampilkan santunan untuk 1.200 anak yatim dan dimeriahkan dengan ceramah oleh dai kontroversial, Gus Miftah.

Pengumuman yang disampaikan itu langsung memantik gelombang komentar negatif dan penolakan dari warganet, khususnya warga Bogor. Sebagian besar komentar menyoroti pemilihan Gus Miftah sebagai penceramah, yang dianggap tidak tepat.

Publik Protes, Minta Ulama Lokal Diutamakan

Ribuan komentar yang terkumpul di bawah unggahan tersebut secara dominan menyuarakan kekecewaan. Banyak warganet mempertanyakan alasan di balik undangan kepada Gus Miftah, yang dinilai memiliki sejumlah kontroversi, sementara Bogor dikenal sebagai "gudangnya" kiai dan ulama.

"Bogor kayanya gak kekurangan para alim ulama," tulis Robi Ardiyansah, disusul oleh Eko Soedrajad yang berkomentar, "Kaya gx ada ulama aja di bogor."

Komentar serupa datang dari Miftahuddin Ag yang menyarankan nama-nama seperti Habib Yahya, Asegaf, dan Ustadz Semar. "Please pimpinan jangan Gus Miftah, masih banyak alim ulama di Bogor yg lebih bermutu... jangan dari luar," tulisnya.

Banyak warganet yang mengaku membatalkan niat hadir karena penceramahnya. "tadinya mau ikut hadir berhubung gus miftah ya sudahlah mending drumah aj," kata Wang Yu. Sofyan Wahyudi Ara juga menulis, "Udah niat dalam hati pengen hadir eh pas ngeh ada si Miftah jadi lemes ga mood lagi."

Kekhawatiran atas Kehadiran Massa dan Reputasi Daerah

Beberapa komentar juga menyiratkan kekhawatiran bahwa acara yang seharusnya mulia ini justru bisa berdampak negatif. Rinawati Edwin memberi peringatan, "Pak Rudy….. yakin bakal banyak jamaah… masih banyak yg PD kecewa pak Ama Gus Miftah.. nanti malah banyak hal yg tidak terduga loh pak... bapak nanti disalahin ma warga sekabupaten."