KOTA CIREBON – Komando Distrik Militer (Kodim) 0614/Kota Cirebon, di bawah naungan TNI Angkatan Darat, merenovasi Jembatan Gantung Kriyan yang selama ini rusak parah. Renovasi ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam mengatasi kesulitan dan memulihkan akses vital bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Proyek renovasi ini ditinjau langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, pada Rabu (21/1/2026). Danrem Hista didampingi oleh Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, untuk memastikan progres perbaikan berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan kebutuhan warga.
Jembatan Gantung Kriyan diketahui merupakan akses penghubung yang sangat vital, menghubungkan wilayah RT 04/RW 17 Krian Barat, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Sebelum direnovasi, kondisi jembatan yang rusak total telah menyebabkan warga kesulitan beraktivitas dan terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko.
Letkol Arm Drajat Santoso menjelaskan bahwa jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur utama mobilitas warga untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial sehari-hari.
“Renovasi jembatan ini kami laksanakan sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dan bentuk kepedulian dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” ujar Dandim Drajat Santoso.
Ia berharap, setelah selesai diperbaiki, jembatan ini dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman, serta mampu meningkatkan mobilitas dan perekonomian warga sekitar.
Sementara itu, Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan renovasi ini sejalan dengan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi atas kesulitan yang dihadapi.
“Renovasi jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperlancar aktivitas ekonomi dan sosial warga,” tegas Danrem.
Kunjungan peninjauan proyek ini turut dihadiri oleh unsur pimpinan daerah setempat, di antaranya Camat Lemahwungkuk, Lurah Pegambiran, Camat Pekalipan, serta Lurah Jagasatru. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi kepentingan masyarakat luas.