TASIKMALAYA – Kerusakan akses jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Cikatomas dan Kecamatan Salopa kembali menjadi sorotan publik. Jalan yang berfungsi sebagai jalur utama penghubung antarwilayah tersebut kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Aspal yang mengelupas, lubang menganga di berbagai titik, serta genangan air yang kerap menutupi badan jalan menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan merata di sepanjang ruas jalan. Pada musim hujan, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan yang sulit dikenali kedalamannya, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Beberapa pengendara sepeda motor bahkan terpaksa berhenti atau memutar arah demi menghindari jalan yang dianggap terlalu berbahaya untuk dilalui.

Jalan kabupaten ini memiliki peran strategis bagi masyarakat Cikatomas dan Salopa. Selain menjadi jalur mobilitas warga, jalan tersebut juga menopang aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Kerusakan jalan secara langsung berdampak pada meningkatnya biaya transportasi, keterlambatan distribusi barang, serta menurunnya kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Keluhan terkait kondisi jalan sebenarnya bukan hal baru. Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi melalui berbagai jalur, baik secara informal maupun melalui perwakilan di tingkat desa dan kecamatan. Namun hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan signifikan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Kritik terhadap lambannya respons pemerintah daerah juga datang dari kalangan mahasiswa. Galih Restu Pratama, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), secara terbuka mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terhadap perbaikan infrastruktur jalan tersebut. Galih mengungkapkan bahwa dirinya sempat menghubungi langsung Cecep Nurul Yakin, Bupati Kabupaten Tasikmalaya, melalui pesan inbox dan status di media sosial Facebook untuk menanyakan rencana perbaikan jalan penghubung Cikatomas–Salopa.

“Saya menanyakan secara langsung karena ini menyangkut kepentingan banyak orang. Jalan ini statusnya jalan kabupaten, artinya berada di bawah kewenangan pemerintah daerah. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan kapan akan diperbaiki,” ujar Galih kepada Rakyatjabar.id, Selasa, 16 Desember 2025.

Menurut Galih, hingga berita ini diturunkan, tidak ada respons yang diberikan oleh Bupati Kabupaten Tasikmalaya atas pesan maupun unggahan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan sekaligus pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait sejauh mana pemerintah daerah benar-benar mendengar dan merespons aspirasi publik.

Situasi ini dinilai bertolak belakang dengan narasi pembangunan infrastruktur yang kerap disampaikan oleh pemerintah daerah dalam berbagai kesempatan. Janji peningkatan kualitas jalan dan pemerataan pembangunan dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di wilayah pinggiran dan perdesaan.

Menurut Galih, warga berharap pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tidak lagi menunda perbaikan jalan penghubung antar kecamatan ini. Mereka menilai, pembiaran yang terus berlanjut hanya akan memperparah kerusakan dan menambah beban anggaran di kemudian hari. Selain itu, kondisi jalan yang rusak juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas yang merugikan masyarakat.