BOGOR – Ruas Jalan Panyaungan - Nanggung - Curugbitung, yang dikenal sebagai Jalan Ace Tabrani KM 05 di Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali menuai sorotan serius. Jalan milik Pemerintah Kabupaten Bogor tersebut berada dalam kondisi rusak parah dan dipenuhi lubang yang membahayakan, bahkan telah berulang kali memakan korban.

Kondisi jalan yang berlubang dan kerap berubah menjadi kubangan saat hujan ini kembali menyebabkan kecelakaan fatal. Seorang warga Kebon Awi, Ubik Taufik, mengalami kecelakaan serius di titik jalan rusak tersebut pada Januari 2026.

Ubik Taufik, yang akrab disapa Buluk, terjatuh dari sepeda motornya saat berusaha menghindari lubang besar di badan jalan. Ia mengalami luka parah di bagian kaki, tangan, pelipis mata, serta menderita patah tulang iga.


“Iya, akibat terjatuh dari motor karena menghindari jalan berlubang. Sampai sekarang saya belum bisa berjalan karena luka parah di kaki dan tulang iga patah,” ujar Buluk saat dikonfirmasi, Jumat (16/1).

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di ruas jalan tersebut. Berdasarkan arsip kejadian, kecelakaan serupa yang melibatkan korban jiwa pernah terjadi di lokasi yang sama pada 11 Januari 2021 lalu, ketika seorang pengendara dilaporkan meninggal dunia saat menghindari lubang.

Kualitas Perbaikan Dipertanyakan

Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung, Hamdan Yuwafi, menyayangkan kondisi jalan kabupaten tersebut yang dinilai dibiarkan rusak berlarut-larut. Menurutnya, ruas jalan ini sebelumnya sempat mendapat penanganan melalui kegiatan pemeliharaan, namun perbaikan yang dilakukan tidak bertahan lama.

“Cepat rusaknya. Diduga kualitas perencanaan dan konstruksi kurang baik, ditambah pemeliharaan yang tidak memadai,” kata Hamdan yang akrab disapa Bung Tole.

Ia mempertanyakan efektivitas anggaran pemeliharaan yang dinilai tidak memberikan dampak jangka panjang bagi keselamatan pengguna jalan. Selain kerusakan jalan, Hamdan juga menyoroti minimnya penerangan di sepanjang ruas tersebut yang memperbesar risiko kecelakaan, terutama di malam hari.

Lebih lanjut, Hamdan turut menyoroti bahaya lain di sepanjang ruas jalan tersebut, termasuk longsor tebing sebelum simpangan Kebon Awi, Desa Nanggung. Di lokasi tersebut, satu unit guardrail (pagar pengaman jalan) tampak menggelantung akibat longsoran tanah.