BOGOR – Warga Kampung Nanggewer, sebuah wilayah terpencil di Desa Batu Tulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor Barat, sukses menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Acara yang dipusatkan di halaman Musala Al Amin, RT 03/01, berlangsung meriah pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Meskipun berada di lokasi yang dikenal sebagai ‘Belahan Bukit Angin Mamiri’, antusiasme warga Kampung Nanggewer sangat tinggi. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan kegiatan mengaji (lesengan) yang diikuti oleh anak-anak setempat hingga waktu Zuhur.
Sore harinya, acara dilanjutkan dengan penampilan Hadroh dari Pasir Gintung Bawah. Puncak acara berlangsung pada malam hari dengan tabligh akbar yang diisi oleh penceramah KH Lukman Nugraha dari Karekel, Leuwiliang, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Muhammad Ilham Nurwahid.

Dalam ceramahnya, KH Lukman Nugraha menyampaikan inti dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Beliau menekankan pentingnya bagi umat manusia untuk senantiasa meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup.
"Sebagai makhluk Allah, kita harus senantiasa mengikuti jejak akhlak Nabi Besar Muhammad SAW. Jangan sampai kita terjerumus dalam perilaku yang bisa menyesatkan manusia," ujar KH Lukman Nugraha.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia penyelenggara, Ustad Iping, menuturkan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Ia menyebutkan bahwa peringatan Isra Mikraj di Kampung Nanggewer berjalan sukses berkat kerja sama seluruh elemen masyarakat.
"Alhamdulillah, Isra Mikraj di Kampung Nanggewer berjalan dengan sukses dan lancar. Ini adalah berkat kolaborasi dan kerja sama antarwarga, mulai dari pemuda, pemudi, orang tua, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama," jelas Ustad Iping.
Ustad Iping menambahkan bahwa Isra Mikraj merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dijadwalkan. Untuk memastikan kualitas acara, panitia selalu mengundang penceramah yang memiliki rekam jejak yang baik.
Keberhasilan penyelenggaraan tahun 2026 ini memicu semangat warga untuk membuat acara yang lebih besar di masa mendatang.

"Semoga tahun depan, kami bisa mengundang penceramah yang lebih terkenal, seperti KH Abdul Somad, atau bahkan tokoh seperti Rhoma Irama, atau pelawak yang beralih profesi menjadi penceramah, seperti Akri. Itu adalah yang ingin kita capai," pungkasnya penuh harap. Ustad Iping merasa sangat terkesan dan bahagia melihat antusiasme seluruh warga Nanggewer mengikuti setiap sesi acara, dari mengaji hingga ceramah agama.