BOGOR – Kepala Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Budi Mamat, mengimbau seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tanah longsor di tengah intensitas musim penghujan saat ini.
Imbauan ini disampaikan menyusul prakiraan cuaca yang menunjukkan curah hujan ringan hingga sedang di wilayah tersebut, meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
“Kami sudah berikan imbauan kepada warga agar siaga di musim penghujan,” tegas Budi Mamat, saat ditanya Rakyatjabar.id pada Jumat (23/01/26). Ia menjelaskan bahwa kondisi topografi dan catatan historis wilayah Desa Sukamahi menjadikannya sangat rentan terhadap terjadinya longsor, terutama di daerah lereng dan perbukitan.
" Terutama longsor ya, kalau banjir tidak mungkin," ungkapnya.
Kekhawatiran tersebut dikuatkan oleh data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Sukamahi. Pada hari ini, Jumat 23 Januari 2026, cuaca didominasi hujan ringan dengan suhu rata-rata 20°C. Tingkat kelembapan udara tercatat sangat tinggi, mencapai 97%, dengan kecepatan angin 14 km/jam dari arah barat laut.
Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan bahwa kondisi serupa masih akan berlangsung hingga malam hari. Hingga pukul 21.00 WIB, wilayah tersebut diprediksi masih diguyur hujan ringan dengan suhu 19°C dan kelembapan maksimal mencapai 99%.
Tingginya kelembapan dan intensitas hujan yang berkelanjutan menguatkan potensi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor di area yang memiliki kemiringan curam. Masyarakat diimbau segera melapor atau mengungsi jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau curah hujan ekstrem yang berlangsung lama.