Rakyatjabar.id- Senyum sumringah kini menghiasi wajah warga Kampung Citeureup, Desa Pamagersari, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Bagaimana tidak? Jalan kampung yang dulu penuh lubang dan debu, kini telah berubah menjadi jalur mulus berkat sentuhan aspal hotmix. Program pengaspalan ini adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Pamagersari dalam meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Proyek yang didanai melalui bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Banprov Jabar) ini, dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, memastikan setiap tahapan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Kualitas adalah harga mati!
Kepala Desa Pamagersari, Nurohman, dengan nada bangga menyampaikan bahwa pembangunan jalan ini adalah prioritas utama. Ia meyakini, jalan yang baik akan mempermudah mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan pembangunan hotmix jalan di kampung Citeureup Rt 05/01. Bentuk nyata pemanfaatan bantuan propinsi untuk kesejahteraan masyarakat," kata Nurohman, Hari (Tanggal).
Yang lebih membanggakan, proyek ini dikerjakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa dan masyarakat setempat. Gotong royong menjadi kunci, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap rupiah anggaran publik yang digunakan.
Asep Hidayat, Ketua TPK Desa Pamagersari, menjelaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Tujuannya jelas, agar semua sesuai dengan RAB dan SOP yang berlaku.
Antusiasme warga pun tak terbendung. Jalan yang dulunya menjadi momok, kini menjadi kebanggaan. Aktivitas sehari-hari menjadi lebih lancar, roda ekonomi pun diharapkan semakin berputar kencang.
Dengan terealisasinya program ini, Pemerintah Desa Pamagersari berharap dapat terus meningkatkan pelayanan dan pembangunan infrastruktur desa secara berkelanjutan. Ini adalah langkah awal menuju desa yang lebih maju dan sejahtera.
Adapun volume pengaspalan jalan ini mencapai panjang 180 meter dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 0,4 cm. Total anggaran yang digelontorkan mencapai 98 juta rupiah, berasal dari anggaran Provinsi Jawa Barat.