CIGUDEG – Sejumlah personel aparat gabungan mulai disiagakan di halaman Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (12/1/2026). Kesiapan ini dilakukan menyusul rencana aksi unjuk rasa besar yang akan digelar oleh Aliansi Masyarakat Cigudeg-Rumpin-Parungpanjang.

Aksi demonstrasi tersebut diperkirakan akan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan diperkirakan melibatkan massa mencapai sekitar 1.000 orang.

Massa aksi datang untuk menyuarakan tuntutan terkait dampak ekonomi yang parah akibat penutupan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Penutupan ini dinilai telah memukul sektor perekonomian masyarakat setempat yang bergantung pada industri tambang.

Dalam aksinya, Aliansi Masyarakat membawa empat tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah daerah dan provinsi.

Pertama, massa meminta pemerintah daerah segera merealisasikan bantuan kompensasi penutupan tambang yang sebelumnya telah dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat.

Kedua, mereka mendesak dibukanya kembali aktivitas pertambangan di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin. Pembukaan kembali ini dianggap krusial karena aktivitas pertambangan merupakan penggerak utama roda ekonomi masyarakat di tiga wilayah tersebut.

Ketiga, massa menuntut pemerintah segera merealisasikan janji penyediaan lapangan pekerjaan bagi warga yang terdampak langsung oleh penutupan tambang.

Keempat, mereka menuntut percepatan pembangunan jalan khusus tambang. Pembangunan infrastruktur ini dinilai penting untuk mendukung kembali aktivitas ekonomi dan sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan umum dari lalu lintas angkutan berat.