KABUPATEN BANDUNG BARAT – Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki hari kedua. Hingga Minggu (25/1/2026) sore, tim gabungan telah menemukan total 16 korban meninggal dunia.

Namun, upaya pencarian masih menghadapi tantangan besar karena puluhan warga dilaporkan masih hilang dan kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menjelaskan bahwa data sementara yang dihimpun per Minggu (25/1/2026) pukul 17.00 WIB menunjukkan total 16 korban jiwa ditemukan dari dua lokasi terdampak.

"Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan 14 korban meninggal dunia di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Sementara itu, di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan sebanyak dua orang," ujar Abdul Muhari dalam rilis resmi BNPB.

Selain korban meninggal dunia, di Desa Pasirlangu dilaporkan masih terdapat 76 jiwa warga yang belum ditemukan dan diduga masih tertimbun material longsor.

Abdul Muhari menekankan bahwa angka jumlah korban, baik yang meninggal maupun yang hilang, bersifat sementara. "Angka ini masih akan terus dilaksanakan verifikasi di lapangan oleh petugas," tambahnya.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan, terus berupaya melakukan pencarian. Pengerahan alat berat telah dilakukan untuk menjangkau korban yang masih tertimbun. Namun, kondisi tanah yang masih labil dan rentan longsor susulan menjadi hambatan utama bagi tim SAR di lapangan.

Korban yang berhasil diidentifikasi telah diserahterimakan kepada pihak keluarga. Sementara itu, korban yang belum teridentifikasi masih berada di Posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses lanjutan.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama instansi gabungan masih fokus melakukan pendataan lanjutan di lokasi terdampak, termasuk memantau kondisi lingkungan, melanjutkan pencarian korban, serta mendata jumlah rumah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan.