Rakyatjabar.id- Pemerintah Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, secara resmi memanggil pemilik lahan atau pimpinan proyek yang melakukan kegiatan penggalian dan penimbunan tanah (Cut and Fill) di Blok Curug Cilember, Desa Megamendung, Kabupaten Bogor. Pemanggilan ini dilakukan melalui surat undangan klarifikasi sebagai respons atas kekhawatiran potensi kerusakan lingkungan.

Surat undangan bernomor 400.1.10/06-TU tersebut ditandatangani oleh Kepala Desa Megamendung, Duduh Manduh, dan dikeluarkan pada tanggal 19 Januari 2024. Langkah ini diambil berdasarkan hasil peninjauan langsung yang dilakukan oleh aparat desa di lokasi kegiatan.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Desa Megamendung secara tegas menyatakan keprihatinan mereka terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan oleh aktivitas perubahan kontur tanah yang masif.

"Guna menghindari kerusakan lingkungan, untuk itu kami mengundang Saudara untuk Klarifikasi," demikian bunyi kutipan surat undangan tersebut.

Pihak pemilik lahan atau pelaksana proyek diundang untuk menghadiri pertemuan klarifikasi yang dijadwalkan pada hari Kamis, 22 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Pertemuan akan dilaksanakan di Kantor Kepala Desa Megamendung, Jalan Sirnagalih Nomor 69 RT. 003/002.

Pihak yang diundang diminta membawa serta dokumen-dokumen pendukung, meliputi surat-surat perizinan resmi dan alas hak tanah (bukti kepemilikan) yang terkait dengan lahan dan kegiatan proyek yang sedang berlangsung.

Kegiatan Cut and Fill, terutama yang tidak dikelola dengan baik dan tanpa perizinan yang memadai, berpotensi tinggi menyebabkan erosi, sedimentasi pada aliran air, gangguan ekosistem, hingga memicu bencana alam seperti tanah longsor. Undangan klarifikasi ini menunjukkan upaya aktif Pemerintah Desa Megamendung dalam melakukan pengawasan dan penertiban pembangunan di wilayahnya demi menjaga kelestarian lingkungan.

Surat ini juga ditembuskan kepada Camat Megamendung sebagai laporan resmi. Hingga berita ini diturunkan, identitas pemilik lahan atau penanggung jawab proyek serta respons mereka terhadap undangan klarifikasi tersebut belum diketahui publik.