Rakyatjabar.id- Pusat Data dan Informasi Sumber Daya Air (Pusdatin SDA) Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta memperpanjang status siaga (Waspada/Siaga 3) untuk aliran Sungai Ciliwung. Status ini berlaku hingga Jumat (23/1/2026) pukul 18.10 WIB, menyusul tingginya curah hujan di wilayah hulu, seperti Bogor dan Depok.
Data pemantauan terkini menunjukkan peningkatan signifikan debit air di beberapa titik kunci di kawasan Bogor yang berkontribusi langsung terhadap aliran air menuju Ibu Kota.
Berdasarkan rilis resmi Pusdatin SDA, Bendung Katulampa 2 di Bogor tercatat mencapai ketinggian 99 cm per tanggal 23 Januari 2026, dengan status siaga masih aktif. Angka ini mengonfirmasi bahwa Bendung Katulampa telah memasuki fase Waspada (Siaga 3) sejak siang hari.
Kondisi serupa juga terlihat di lokasi pemantauan lainnya. Di Bendung Cibalok - Gadog (Baru), tinggi muka air tercatat 92 cm dengan status yang juga menunjukkan siaga. Sementara itu, di Pintu Air (P.S.) Depok 2, angka yang tercatat jauh lebih tinggi, yakni 249 cm, mengindikasikan volume air yang besar bergerak menuju Jakarta.
Peningkatan permukaan air di titik-titik hulu ini merupakan dampak langsung dari curah hujan tinggi yang melanda wilayah Bogor dan sekitarnya sejak pagi hari, sesuai dengan prakiraan yang telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Aliran air dari hulu ini diperkirakan akan berdampak pada kenaikan tinggi muka air di wilayah DKI Jakarta dalam beberapa jam ke depan.
Perpanjangan status siaga ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi potensi banjir di ibu kota. Status yang masih berlaku ini mengindikasikan bahwa potensi peningkatan debit air masih perlu diwaspadai secara ketat.
Masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran dan daerah aliran Sungai Ciliwung di wilayah DKI Jakarta, diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi resmi dari pihak berwenang, dan bersiap untuk mengikuti arahan evakuasi jika nantinya dikeluarkan.