Aceh Utara – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir di Desa Kuala Cangkoy, Kabupaten Aceh Utara, berjalan sesuai target. Proyek kemanusiaan ini diharapkan rampung sepenuhnya pada akhir Maret 2026, sehingga warga dapat menempati hunian baru sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Hingga saat ini, dari total 104 unit yang direncanakan, sebanyak 39 rumah telah selesai dibangun dengan instalasi listrik yang sudah terpasang. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian instalasi air bersih sebelum bangunan siap diserahkan kepada masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, memantau langsung proses pembangunan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar. Ia menyatakan optimisme bahwa target penyelesaian akan tercapai tepat waktu.
“Alhamdulillah, saya memantau langsung proses pembangunan huntap ini berjalan lancar, mulai dari bongkar material di Pelabuhan Belawan hingga tiba di Kuala Cangkoy. Saya optimistis seluruh target dapat diselesaikan pada akhir Maret 2026,” ujar Menko Polkam dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
Menko Djamari menambahkan bahwa pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenko Polkam, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, TNI, dan Polri. Selain hunian, kawasan tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas sosial berupa satu unit masjid dan satu balai desa.
Secara teknis, huntap ini dibangun menggunakan struktur baja galvanis yang tahan karat dan tahan gempa dengan sistem knock-down (Rumah Bangun Cepat). Setiap unit rumah berukuran 6x6 meter dan telah dilengkapi fasilitas pendukung seperti dua tempat tidur, meja makan, kursi, televisi, serta kamar mandi fungsional.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung percepatan proyek ini. Pemkab Aceh Utara berperan dalam penyediaan lahan, pengurusan legalitas, serta koordinasi teknis terkait infrastruktur dasar.
“Bagi kami, hunian tetap ini adalah simbol hadirnya negara dalam mengembalikan martabat dan harapan masyarakat. Kami menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bekerja terpadu agar pembangunan ini tepat waktu dan tepat sasaran,” tegas Ismail.
Dukungan keamanan dan logistik juga diperkuat oleh jajaran TNI/Polri di wilayah tersebut. Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menyatakan pihaknya mengawal ketat distribusi material hingga proses konstruksi guna memastikan situasi tetap kondusif.